Artikel Pengelolaan Pendidikan

A. Konsep Dasar dan Fungsi Pengawasan di bidang Pendidikan
Pada dasarnya pengawasan merupakan sesuatu yang sangat esensial dalam kahidupan organisasi untuk menjaga agar kegiatan-kegiatan yang dijalankan tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan. Dengan pengawasan akan diketahui keunggulan dan kelemahan dalam pelaksanaan manajemen, sejak dari awal, selama dalam proses, dan akhir pelaksanaan manajemen.
Keberhasilan proses pengawasan ditentukan oleh penilaian yang secara rinci dapat dapat memberikan umpan balik berupa gambaran yang jelas tentang tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang dikehendaki. Para pengawas dan Kepala Sekolah tidak akan dapat membuat saran-saran untuk pebaikan organisasi dan program sekolah yang diinginkan, kecuali jika pada mereka tersedia hasil-hasil penilaian (Oteng Sutisna, 1986).
Dalam beberapa pengertian diatas, pada dasarnya pengawasan mempunyai dua unsur pokok, yaitu :
a. Pengawasan menekankan kepada proses
b. Pengawasan diarahkan kepada koreksi dan membandingkan dengan tujuan.

B. Fungsi Pengawasan Pendidikan
Secara umum telah dikemukakan bahwa hasil pengawasan dapat memberikan manfaat bagi perbaikan dan peningkatan efektivitas proses manajemen organisasi. Lebih lanjut Hadari Nawawi (1983) mengemukakan bahwa fungsi pengawasan antara lain :
a. Memperoleh data yang setelah diolah dapat dijadikan dasar bagi usaha perbaikan kegiatan dimasa yang akan datang.
b. Memperoleh cara bekerja yang paling efisien dan efektif atau yang paling tepat dan paling berhasil sebagai cara yang terbaik untuk mencapai tujuan.
c. Memperoleh data tentang hambatan-hambatan dan kesukaran-kesukaran yang dihadapi, agar dapat dikurangi atau dihindari.
d. Memperoleh data yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan usaha pengembangan organisasi dan personil dalam berbagai bidang.
e. Mengetahui seberapa jauh tujuan telah tercapai.
Secara khusus dapat dikemukakan bahwa fungsi pengawasan pendidikan (sekolah), adalah :
a. Mengusahakan suatu struktur yang terorganisir dengan baik dan sederhana untuk menghilangkan salah pengertian diantara personil sekolah.
b. Mengusahakan supervisi yang kuat untuk menghilangkan “gap” yang terjadi dalam keseluruhan program sekolah.
c. Mengusahakan informasi yang akurat dalam rangka pembuatan keputusan dan penilaian terhadap pelaksanaan pendidikan.

C. Proses Pengawasan Pendidikan
Pengawasan terdiri dari kegiatan-kegiatan yang merupakan upaya agar peristiwa dan kegiatan dalam organisasi serasi dengan rencana. Meskipun setiap organisasi mempunyai karakteristik yang berbeda (tergantung pada misi, jenis, bentuk dan sebagainya), tetapi dalam kegiatan pengawasan semua organisasi melaksanakan tahapan-tahapan pokok yang sama. Tahapan-tahapan tersebut yaitu : penentuan standar, pengukuran, perbandingan hasil pengukuran dengan standar, dan upaya “correction action”. Oteng Sutisna (1986) bahkan meringkasnya menjadi tiga langkah besar:
a. Menyelidiki apa yang sedang dilakukan;
b. Membandingkan hasil-hasil dengan harapan;
c. Menyetujui hasil-hasil itu atau tidak menyetujuinya, dalam hal yang terakhir perbaikan yang hendaknya diambil.
D. Karakteristik Pengawasan yang Efektif
Beberapa karakteristik dari proses pengawasan yang efektif (Oteng Sutisna, 1986) adalah :
a. Pengawasan hendaknya disesuaikan dengan sifat dan kebutuhan organisasi.
b. Pengawasan hendaknya diarahkan pada penemuan fakta-fakta tentang bgaimana tugas-tugas dijalankan.
c. Pengawasan mengacu pada tindakan perbaikan.
d. Pengawasan yang dilakukan bersifat fleksibel yang preventif.
e. Sistem pengawasan dapat dipakai oleh orang-orang yang terlibat dalam pengawasan.
f. Pelaksanaan pengawasan harus mempemudah tercapainya tujuan-tujuan.
E. Isu Pengawasan Pendidikan di Sekolah.
Pengawasan pendidikan di sekolah harus memberikan dampak yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan organisasi sekolah. Dalam pendidikan di sekolah pengawasan dipakai dalam dua arti. Pertama pengawasan meliputi kegiatan mengarahkan dan membimbing maupun menilik,mempertimbangkan, dan menilai. Perhatiannya berpusat pada pelaksanaan-pelaksanaan dan hasil-hasilnya. Kegiatan pengawasan semacam ini dipikirkan terutama sebagai proses penerapan kekuasaan melalui alat dan teknik pengawasan untuk menetapkan apakah rencana-rencana, kebijaksanaan-kebijaksanaan, instruksi-instruksi, dan prosedur-prosedur yang ditetapkan diikuti (Oteng Sutsina, 1986).
Kedua, pengawasan yang menyediakan kondisi yang perlu untuk menyelesaikan tugas kewajiban dengan efektif dan efisien. Pengawasan dalam pengertian ini hendak menjamin keselarasan, kecerdasan, dan ekonomi pada semua upaya pendidikan. Pengawasan bias digunakan tidak hanya untuk mencegah salah, melainkan juga mengarahkan tindakan-tindakan pada tujuan organisasi sekolah.
F. Konsep dasar Penilaian Pendidikan.
Kita sudah mengetahui bahwa dalam proses pendidikan di sekolah selalu melibatkan unsure penilaian. Namun keberadaan unsure ini tidak senantiasa dapat memberikan fungsi yang bersifat komprehensif bagi sekolah terutama yang menyangkut perbaikan dan pengembangannya.. Banyak faktor yang berpengaruh berkenaan dengan fungsi penilaian dalam peningkatan pogram sekolah, salah satunya adalah makna yang ditafsirkan dari konsep penilaian itu sendiri.
G. Tujuan dan Sasaran Penilaian Pendidikan.
Para penilai yakin bahwa hasil kerjanya akan bermanfaat bagi para personil pendidikan dalam mengambil keputusan yang lebih baik jika dibandingkan dengan tidak ada kegiatan penilaian seperti yang mereka lakukan. Karena itu Oteng Sutisna merumuskan (1986) bahwa kegiatan penilaian pendidikan mempunyai tujuan-tujuan sebagai berikut :
a. Untuk memperoleh dasar bagi pertimbangan pada akhir suatu periode kerja.
b. Untuk menjamin cara bekerja yang efektif dan edisien.
c. Untuk memperoleh fakta-fakta tentang kesukaran-kesukaran dan untuk menghindarkan situasi-siatuasi yang dapat merusak.
d. Untuk memajukan kesanggupan para guru dan orang tua murid dalam mengembangkan organisasi sekolah.
H. Arah Penilaian Pendidikan
Tujuan dan kegunaan penilaian dapat diarahkan kepeda kepentingan berbagai keputusan seperti kaitannya dengan perencanaa, pengelolaan, proses, dan tindak lanjut pendidikan baik yang menyangkut perorangan, kelompok, maupun kelembagaan. Jika kita ingin melihat pendidikan sebagai pembentukan manusiaa Indonesia yang memiliki karakteristik khas sebagaimana yang diamanatkan dalam GBHN dan UU No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, penilaian dapat diarahkan kepada dua hal sebagai berikut :
a. Orientasi pada Nilai Intrinsik Pendidikan (Manusia Paripurna)
b. Orientasi Pada Mutu Eksternal (Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat)
I. Hasil Penilaian dan Peningkatan Mutu Sekolah
Seringkali para “policy maker” melihat bahwa peningkatan mutu pendidikan banyak diupayakan melalui penyediaan sarana yang lengkap, pembaharuan kurikulum atau peningkatan biaya pendidikan, tanpa menyadari bahwa salah satu komponen dalam proses administrasi pendidikan yang menghasilkan informasi paling berharga dalam meningkatkan mutu pendidikan sering terabaikan, yang sering terlupakan dalam pemanfaatannya yang lebih luas ini tiada lain adalah penilaian.
Pada bagian awal sudah disinggung bahwa hasil penilaian merupakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki dan menyempurnakan program-program pendidikan. Di samping itu informasi tersebut dapat digunakan bagi kepentingan sertifikasi, seleksi, remedial, promosi dan sebagainya, serta untuk pertanggungjawaban pelaksana kepada pihak-pihak yang berkepentingan (Jahja Umar, 1992:12).
Saat ini penilaian hanya diakitkan dengan prestasi yang dicapai setiap siswa yaitu berupa angka-angka, dan kalaupun dijadikan bahan untuk perbaikan hanya digunakan pada kepentingan yang sangat mikro sifatnya, seperti penyempurnaan metode mengajar atau pengembangan bahan ajar (Cece Herawan, 1990).
DAFTAR REFERENSI
http://setyawoody.blogspot.com/2013/05/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s