Makalah UMKM

MAKALAH
Usaha Kecil Menengah
Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Salah SatuTugas
Mata Kuliah Koperasi dan UMKM
Oleh :
Nia Nuryani

PROGAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
2014

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya serta petunjuk-Nya, sehingga kami mampu menyelesaikan makalah yang berjudul “Kenakalan Remaja”.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, penulis ucapkan terima kasih atas bimbingan dan bantuannya kepada pihak yang terkait yang telah membantu penulis dalam penyelesaian dan penyusunan makalah ini.
Mohon maaf apabila dalam pembuatan makalah ini terdapat banyak kesalahan, oleh karena itu kritik dan saran seta perbaikan dalam makalah ini sangat penulis perlukan, Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan karunia-Nya serta membalas jasa baik mereka. Amiin..
Ciamis, Desember 2014

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar isi
Bab I Pendahuluan
1.1 Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
Bab II Pembahasan
2.1 Pengertian UKM
2.2 Klasifikasi UKM
2.3 Peran UKM
2.4 Ciri-ciri dan contoh UKM
2.5 Permasalahan yang dihadapi UKM
2.6 Undang-undang dan peraturan UKM
Bab III Penutup
3.1 Simpulan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Usaha Kecil Menengah atau yang sering disingkat UKM merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara maupun daerah, begitu juga dengan negara Indonesia. UKM ini sangat memiliki peranan penting dalam lajunya perekonomian masyarakat. UKM ini juga sangat membantu negara atau pemerintah dalam hal penciptaan lapangan kerja baru dan lewat UKM juga banyak tercipta unit unit kerja baru yang menggunakan tenaga-tenaga baru yang dapat mendukung pendapatan rumah tangga. Selain dari itu UKM juga memiliki fleksibilitas yang tinggi jika dibandingkan dengan usaha yang berkapasitas lebih besar. UKM ini perlu perhatian yang khusus dan di dukung oleh informasi yang akurat, agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha kecil dan menengah dengan elemen daya saing usaha, yaitu jaringan pasar.
Salah satu contoh UKM (Usaha Kecil Menengah) adalah usaha isi pulsa yang dirintis DS Phone. Jika dulu di awal-awal munculnya telepon seluler, pulsa hanya dapat diperjualbelikan dengan bentuk voucher fisik, kini voucher elektrik lah yang mendominasi penjualan isi ulang pulsa. Pulsa merupakan satu produk yang dikonsumsi berbagai manusia dalam tiap detik. Di negara berkembang seperti Indonesia, perkembangang telepon selurar sangat pesat, sekarang tidak hanya digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi (telepon dan sms) tapi kini telepon selular sudah berkembang menjadi sarana untuk mengakses internet, berfoto dan juga saling mengirim, dan menyimpan data. Kini dengan banyaknya pengguna telepon selular dan kemudahan dalam pengisiian pulsa maka usaha isi pulsa merupakan salah satu usaha yang cukup menjanjikan.

1.2 Rumusan Masalah
a. Apa pengertian UKM
b. Bagaimana klasifikasi UKM?
c. Bagaimana peran dari UKM?
d. Apa saja ciri-ciri dan contoh UKM
e. Apa permasalahan yang dihadapi UKM
f. Bagaimana peraturan dalam UKM

1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui definisi UKM
b. Untuk mengetahui klasifikasi UKM.
c. Untuk peran dari UKM.
d. Untuk mengetahui ciri-ciri dan contoh UKM
e. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi UKM
f. Untuk mengetahui peraturan dalam UKM

1.5 Manfaat
a. Mengetahui definisi UKM.
b. Mengetahui klasifikasi UKM
c. Mengetahui apa saja peran dari UKM
d. Mengetahui ciri-ciri dan contoh UKM
e. Mengetahui permasalahan yang dihadapi UKM
f. Mengetahui peraturan dalam UKM

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian UKM
1. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998
Pengertian Usaha Kecil Menengah: Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.
2. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS)
Pengertian Usaha Kecil Menengah: Berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan entitas usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 s.d 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan entitias usaha yang memiliki tenaga kerja 20 s.d. 99 orang.
3. Berdasarkan Keputuasan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994
UKM didefinisikan sebagai perorangan atau badan usaha yang telah melakukan kegiatan usahayang mempunyai penjualan atau omset per tahun setinggi-tingginya Rp 600.000.000 asset atau aktiva setinggi-tingginya Rp 600.000.000 (diluar tanah dan bangunan yang ditempati.
4. Menurut UU No 20 Tahun 2008
Pengertian Usaha Kecil Menengah: Undang undang tersebut membagi kedalam dua pengertian yakni:
a. Usaha Kecil adalah entitas yang memiliki kriteria sebagai berikut :
• Kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000 sampai dengan 500.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
• Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari 300.000.000 sampai dengan paling banyak 2.500.000.000 rupiah
b. Sementara itu, yang disebut dengan Usaha Menengah adalah entitas usaha yang memiliki kriteria sebagai berikut :
• Kekayaan bersih lebih dari Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
• Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).
c. Definisi dan Kriteria UKM menurut Lembaga dan beberapa Negara Asing. Pada prinsipnya definisi dan kriteria UKM di negara-negara asing didasarkan pada aspek-aspek sebagai berikut: Jumlah tenaga kerja, Pendapatan, dan Jumlah aset.
World Bank, membagi UKM ke dalam 3 jenis, yaitu :
a. Medium Enterprise, dengan kriteria : Jumlah karyawan maksimal 300 orang. Pendapatan setahun hingga sejumlah $ 15 juta. Jumlah aset hingga sejumlah $ 15 juta.
b. Small Enterprise, dengan kriteria : Jumlah karyawan kurang dari 30 orang. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 3 juta. Jumlah aset tidak melebihi $ 3 juta.
c. Micro Enterprise, dengan kriteria : Jumlah karyawan kurang dari 10 orang. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 100 ribu. Jumlah aset tidak melebihi $ 100 ribu.
Singapura mendefinisikan UKM sebagai usaha yang memiliki minimal 30% pemegang saham lokal serta aset produktif tetap (fixed productive asset) di bawah SG $ 15 juta.
Malaysia mendefinisikan UKM sebagai usaha yang memiliki jumlah karyawan yang bekerja penuh (full time worker) kurang dari 75 orang atau yang modal pemegang sahamnya kurang dari M $ 2,5 juta. Definisi ini dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Small Industry (SI), dengan kriteria jumlah karyawan 5 – 50 orang atau jumlah modal saham sampai sejumlah M $ 500 ribu.
b. Medium Industry (MI), dengan kriteria jumlah karyawan 50 – 75 orang atau jumlah modal saham sampai sejumlah M $ 500 ribu – M $ 2,5 juta.
Jepang membagi UKM sebagai berikut :
a. Mining and manufacturing dengan kriteria jumah karyawan maksimal 300 orang atau jumlah modal saham sampai sejumlah US$2,5 juta.
b. Wholesale dengan kriteria jumlah karyawan maksimal 100 orang atau jumlah modal saham sampai US$ 840 ribu.
c. Retail dengan kriteria jumlah karyawan maksimal 54 orang atau jumlah modal saham sampai US$ 820 ribu.
d. Service dengan kriteria jumlah karyawan maksimal 100 orang atau jumlah modal saham sampai US$ 420 ribu.
Korea Selatan mendefinisikan UKM sebagai usaha yang jumlahnya di bawah 300 orang dan jumlah assetnya kurang dari US$ 60 juta.
European Commision, membagi UKM ke dalam 3 jenis, yaitu :
a. Medium-sized Enterprise, dengan kriteria : Jumlah karyawan kurang dari 250 orang. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 50 juta. Jumlah aset tidak melebihi $ 50 juta.
b. Small-sized Enterprise, dengan kriteria : Jumlah karyawan kurang dari 50 orang. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 10 juta. Jumlah aset tidak melebihi $ 13 juta.
c. Micro-sized Enterprise, dengan kriteria : Jumlah karyawan kurang dari 10 orang. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 2 juta. Jumlah aset tidak melebihi $ 2 juta.
Jadi, dapat disimpulkan Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha serta usaha yang berdiri sendiri.

2.2 Klasifikasi UKM
Dalam perspektif perkembangannya, UKM dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) kelompok yaitu :
1. Livelihood Activities: Merupakan UKM yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal. Contoh: pedagang kaki lima.
2. Micro Enterprise: Merupakan UKM yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan.
3. Small Dynamic Enterprise: merupakan UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor.
4. Fast Moving Enterpris: merupakam UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB).

2.3 Peran Usaha Kecil dan Menengah
Peranan UKM dalam perekonomian tradisional di akui sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi UKM terhadap lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pembangunan ekonomi pedesaan dan sebagai penggerak peningkatan ekspor manufaktur atau nonmigas. Terdapat beberapa alasan pentingnya pengembangan UKM:
a. Fleksibilitas dan adaptabilitas UKM dalam memperoleh bahan mentah dan peralatan. Relevansi UKM dengan proses-proses desentralisasi kegiatan ekonomi guna menunjangnya integritas kegiatan pada sektor ekonomi yang lain. Potensi UKM dalam menciptakan dan memperluas lapangan kerja.
b. Peranan UKM dalam jangka panjang sebagai basis untuk mencapai kemandirian pembangunan ekonomi karna UKM umumnya diusahakan pengusaha dalam negera dengan menggunakan kandungan impor yang rendah.Beberapa keunggulan UKM terhadap usaha besar antara lain sebagai berikut:
• Inovasi dalam teknologi yang telah dengan mudah terjadi dalam pengembangan produk.
• Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam perusahaan kecil.
• Kemampuan menciptakan kesempatan kerja cukup banyak.
• Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat.
• Terdapatnya dinamisme manajerial dan peranan kewirausahaan.

2.4 Ciri-ciri dan contoh dari UKM
Ciri-ciri usaha kecil
a. Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang berubah;
b. Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah;
c. Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha;
d. Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP;
e. Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwira usaha;
f. Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal;
g. Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning.
Contoh usaha kecil
a. Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja;
b. Pedagang dipasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya;
c. Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan, industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan tangan;
d. Peternakan ayam, itik dan perikanan;
e. Koperasi berskala kecil.
Ciri-ciri usaha menengah
a. Pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern, dengan pembagian tugas yang jelas antara lain, bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi;
b. Telah melakukan manajemen keuangan dengan menerapkan sistem akuntansi dengan teratur, sehingga memudahkan untuk auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan;
c. Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, telah ada Jamsostek, pemeliharaan kesehatan dll;
d. Sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain izin tetangga, izin usaha, izin tempat, NPWP, upaya pengelolaan lingkungan dll;
e. Sudah akses kepada sumber-sumber pendanaan perbankan;
f. Pada umumnya telah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik.
Contoh usaha menengah
a. Usaha pertanian, perternakan, perkebunan, kehutanan skala menengah;
b. Usaha perdagangan (grosir) termasuk expor dan impor;
c. Usaha jasa EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), garment dan jasa transportasi taxi dan bus antar proponsi;
d. Usaha industri makanan dan minuman, elektronik dan logam;
e. Usaha pertambangan batu gunung untuk kontruksi dan marmer buatan.

2.5 Permasalahan yang dihadapi oleh UKM
1. Faktor Internal:
a. Kurangnya permodalan-permodalan, meruapakan factor utama yang diperlukan untuk mengembangkan suatu unit usaha. Kurangnya permodalan UKM, karena pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya tertutup.
b. Sumber Daya Manusia yang terbatas, Keterbatasan SDM usaha kecil baik dari segi pendidikan formal maupun pengetahuan dan keterampilannya sangat berpengaruh pada manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang secara optimal.
c. Lemahnya Jaringan Usaha dan Kemampuan Penetrasi Usaha Kecil, Jaringan usaha yang sangat terbatas dan kemampuan penetrasi rendah maka produk yang dihasilkan jumlahnya sangat terbatas dan mempunyai kualitas yang kurang kompetitif.
2. Faktor Eksternal:
a. Iklim usaha belum sepenuhnya kondusif dengan kebijaksanaan Pemerintah untuk menumbuh kembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Terlihat dari masih terjadinya persaingan yang kurang sehat antara pengusaha-pengusaha kecil dan pengusaha besar.
b. Terbatasnya Sarana dan Prasarana Usaha, Kurangnya informasi yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi menyebabkan sarana dan prasarana yang mereka miliki juga tidak cepat berkembang dan kurang mendukung kemajuan usaha.
c. Terbatasnya akses pasar, Akses pasar akan menyebabkan produk yang dihasilkan tidak dapt dipasarkan Secara kompetitif baik dipasar nasinal maupun iternasional.

2.6 Undang-Undang dan Peraturan UKM
a. UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil.
b. PP No. 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan.
c. PP No. 32 Tahun 1998 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil.
d. Inpres No. 10 Tahun 1999 tentang Pemberdayaan Usaha Menengah.
e. Keppres No. 127 Tahun 2001 tentang Bidang/Jenis Usaha Yang Dicadangkan. Untuk Usaha Kecil dan Bidang/Jenis Usaha Yang Terbuka Untuk Usaha Menengah atau Besar Dengan Syarat Kemitraan.
f. Keppres No. 56 Tahun 2002 tentang Restrukturisasi Kredit Usaha Kecil dan Menengah.
g. Permenneg BUMN Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.
h. Permenneg BUMN Per-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara.
i. Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha serta usaha yang berdiri sendiri. Dalam perspektif perkembangannya, UKM dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) kelompok yaitu : Livelihood Activities, Micro Enterprise, Fast Moving Enterpris, dan Small Dynamic Enterprise.
Peranan UKM dalam perekonomian tradisional di akui sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi UKM terhadap lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pembangunan ekonomi pedesaan dan sebagai penggerak peningkatan ekspor manufaktur atau nonmigas. Terdapat beberapa alasan pentingnya pengembangan UKM: Fleksibilitas dan adaptabilitas UKM dalam memperoleh bahan mentah dan peralatan.
Peranan UKM dalam jangka panjang sebagai basis untuk mencapai kemandirian pembangunan ekonomi karna UKM umumnya diusahakan pengusaha dalam negera dengan menggunakan kandungan impor yang rendah. Beberapa keunggulan UKM terhadap usaha besar antara lain sebagai berikut: Inovasi dalam teknologi yang telah dengan mudah terjadi dalam pengembangan produk; Hubungan kemanusiaan yang akrab di dalam perusahaan kecil; Kemampuan menciptakan kesempatan kerja cukup banyak; Fleksibilitas dan kemampuan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar yang berubah dengan cepat; serta Terdapatnya dinamisme manajerial dan peranan kewirausahaan.
DAFTAR PUSTAKA

http://vladimir-fandypratama.blogspot.com/2012/11/tugas-2-koperasi-makalah-ukm.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s